Hari ini, Kamis (22/06), Kota Amlapura telah menginjak usia yang ke-383 tahun. Seperti tahun-tahun sebelumnya peringatan HUT ini ditandai dengan pelaksanaan Upacara Peringatan HUT Kota Amlapura di Lapangan Tanah Aron, dan yang bertindak sebagai Inspektur Upacara Bupati Karangasem I Gede Dana.,S.Pd.,M.Si.
Perayaan HUT Kota Amlapura di hadiri pula Forkopimda Kabupaten Karangasem, Mantan Bupati Karangasem I Wayan Geredeg dan I Gusti Ayu Mas Sumantri, Anggota DPRD Kab. Karangasem, Kepala OPD Kab. Karangasem, PJU Polres Karangasem, Camat Se- Kab. Karangasem, Perbekel dan Lurah Se- Kab. Karangasem, Tokoh Puri Agung Karangasem,TNI, Polri, ASN dilingkungan Pemkab Karangasem, Organisasi Kepemudaan serta siswa dan siswi SMA/SMK Kabuoaten Karangasem.
Bupati Karangasem I Gede Dana menyampaikan sambutan dari Gubernur Bali Wayan Koster yang mana dengan tema ” Bersatu Maju Bersama” HUT Kota Amlapura tahun ini Bahwa Pelaksanaan Peringatan Hari Ulang Tahun Kota Amlapura ke-383 Tahun 2023 merupakan satu bentuk penghormatan kita kepada para Lelangit yang memiliki jasa besar melahirkan kota Amlapura yang kini telah menginjak usia ke-383. Berbagai perjuangan para leluhur kita dalam melahirkan, membangun dan mengembangkan Kota Amlapura sebagai ibu kota Kabupaten Karangasem patut kita apresiasi dan kita hormati. Berbagai upaya pembangunan dari seluruh masyarakat Karangasem untuk menjadikan Kota Amlapura seperti sekarang ini, merupakan salah satu wujud bakti kita sebagai masyarakat Karangasem kepada para lelangit Bali khususnya di Kabupaten Karangasem.
Sebelum Menutup Sambutannya I Gede Dana Menyampaikan “Disamping itu pembangunan harus sejalan dengan Visi Pemerintah Provinsi Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali“ melalui POLA PEMBANGUNAN SEMESTA BERENCANA menuju BALI ERA BARU, yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kesejahteraan krama Bali sekala dan niskala. Visi ini menitik beratkan pada tata kehidupan krama Bali yang berintikan tiga unsur utama yang saling berhubungan bulat dan utuh, yakni Alam Bali, Krama Bali, dan Kebudayaan Bali”.








Leave A Comment