AMLAPURA – Bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, Pemerintah Kabupaten Karangasem melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik menggelar kegiatan “Pembumian Pancasila” bagi Alumni Paskibraka 2025 dan Calon Paskibraka (Capaska) 2026.
Acara yang berlangsung khidmat di Gedung Sabha Prakerti, Wantilan Kantor Bupati Karangasem, Senin (1/6), dipandu langsung oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Karangasem, I Ketut Indra Sutawan, S.H., M.A.P., selaku moderator. Kegiatan ini dirancang khusus sebagai ruang penguatan mental, ideologi, dan heroisme kaum muda di tengah derasnya hantaman disrupsi digital.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta menerima pembekalan intensif. Kehadiran formasi lengkap jajaran pimpinan daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menegaskan betapa krusialnya posisi generasi muda Karangasem dalam konstelasi pembangunan bangsa saat ini. Mereka diproyeksikan bukan sekadar sebagai pasukan pengibar bendera, melainkan menjadi kompas moral dan agen perubahan (agent of change) yang membumikan nilai-nilai luhur Pancasila di tengah masyarakat.
Arahan Jajaran Pimpinan Daerah dan Forkopimda
Sejumlah tokoh memberikan pandangan dan pembekalan strategis kepada para peserta:
Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, S.E., dalam arahannya menekankan bahwa Pancasila tidak boleh sekadar menjadi jargon atau hafalan di atas kertas, melainkan harus dipraktikkan secara nyata dalam tindakan sehari-hari, dan beliau menggarisbawahi tantangan berat di era digital, di mana arus informasi mengalir tanpa filter. Bupati mengimbau generasi muda untuk mengambil peran aktif sebagai benteng digital dengan memanfaatkan teknologi secara bijak serta harus mampu memproduksi dan menyebarkan konten-konten positif, edukatif, serta inspiratif demi menangkal sebaran hoaks yang berpotensi memecah belah bangsa, sekaligus menjaga rajutan persatuan dan kesatuan di media sosial.
Sementara itu, Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa, mengingatkan bahwa nasionalisme harus diwujudkan dalam tiga pilar aksi nyata: menjaga keharmonisan sosial, melestarikan lingkungan, dan melestarikan budaya. Beliau meminta generasi muda tidak hanya menjadi konsumen budaya asing, melainkan aktif dan bijak mempromosikan kearifan lokal Karangasem ke panggung internasional guna memperkuat identitas bangsa di mata dunia.
Ketua DPRD Karangasem, I Wayan Suastika, S.T., turut memberikan pembekalan dengan mengajak seluruh peserta untuk tidak sekadar memahami Pancasila sebagai teori sejarah. Beliau menegaskan bahwa cara terbaik untuk membumikan nilai-nilai luhur tersebut adalah melalui keteladanan nyata dalam kehidupan sehari-hari serta menumbuhkan jiwa patriotisme yang tinggi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Karangasem, Ir. I Ketut Sedana Merta, S.T., M.T., dalam pembekalannya mengingatkan para peserta akan pentingnya memahami dan menginternalisasi Empat Pilar Kebangsaan—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Kapolres & Kajari Karangasem
Menyoroti pentingnya implementasi nilai Pancasila dalam menjaga ketertiban umum serta membangun kesadaran hukum sejak dini, terutama dalam berinteraksi di media sosial.
Dandim 1623/Karangasem
Menekankan peran vital pemuda dalam menjaga NKRI, yang turut didukung oleh penguatan fisik dan mental dari tim pelatih Kodim.
Kepala Badan Kesbangpol, I Ketut Indra Sutawan, menegaskan bahwa forum ini sangat strategis untuk membentengi mental generasi muda dari dampak negatif globalisasi sebelum mereka mengemban tugas mulia mengawal Upacara Bendera.
Kegiatan “Pembumian Pancasila” merupakan serangkaian upaya strategis dan taktis untuk menanamkan serta mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Tujuan utamanya adalah menjadikan ideologi tersebut sebagai jati diri bangsa yang nyata dalam tindakan sehari-hari.









Leave A Comment