KARANGASEM – Riuh khidmat menyelimuti Tugu Monumen Perang Besar Tanah Aron, Desa Bhuana Giri, Bebandem, pada Selasa (7/7/2026). Pemerintah Kabupaten Karangasem menggelar Upacara Peringatan Perang Besar Tanah Aron yang ke-80, sebuah momen refleksi sejarah untuk menyalakan kembali api nasionalisme di bumi Karangasem.
​Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, S.E., yang memimpin langsung upacara tersebut menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Lebih dari itu, ini adalah momentum krusial untuk memperkuat persatuan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
​”Nilai-nilai perjuangan, gotong royong, dan pengabdian para pahlawan harus menjadi landasan kuat kita dalam membangun Karangasem yang berkelanjutan,” ujar Bupati Parwata.
​Upacara ini dihadiri oleh jajaran penting daerah, mulai dari Sekda Karangasem Ir. I Ketut Sedana Merta, S.T., M.T., Forkopimda, anggota DPRD, unsur TNI/Polri, tokoh masyarakat, hingga para veteran yang tergabung dalam LVRI. Kehadiran para pelajar juga memberi warna tersendiri, menjadikannya sarana edukasi nyata agar tidak melupakan akar sejarah mereka.
​Melalui peringatan ke-80 ini, Pemkab Karangasem berharap nilai-nilai sejarah Tanah Aron mampu menumbuhkan rasa cinta tanah air yang kuat, sekaligus memicu semangat kolaborasi demi mewujudkan visi Karangasem yang AGUNG.