AMLAPURA – Pemerintah Kabupaten Karangasem melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) resmi menggelar seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) Tahun 2026. Berpusat di Lapangan Tanah Aron, SKB Amlapura, dan Stadion I Gusti Ketut Jelantik, ajang ini menjadi momentum krusial dalam mencetak kader pemuda berkarakter Pancasila demi menyongsong Indonesia Emas.
Mewakili Bupati Karangasem, Sekda Ir. I Ketut Sedana Merta, ST., MT., menegaskan bahwa seleksi ini bukan sekadar ajang adu ketangkasan baris-berbaris. Ia menekankan agar seluruh tahapan dilakukan secara objektif, transparan, dan akuntabel melalui dukungan Aplikasi Transparansi Paskibraka.
“Ini adalah kawah candradimuka untuk menempa pemuda berkarakter. Kami ingin memastikan prosesnya murni tanpa intervensi,” tegasnya di hadapan ratusan peserta.
Persaingan Ketat Menuju 50 Besar
Berdasarkan laporan Kepala Badan Kesbangpol Karangasem, I Ketut Indra Sutawan, SH., MAP., seleksi yang berlandaskan Perpres Nomor 51 Tahun 2022 ini diikuti oleh siswa-siswi terbaik tingkat SMA/SMK/MA se-Kabupaten Karangasem. Dari ratusan pendaftar, nantinya hanya akan terpilih 50 putra-putri terbaik yang mendapat kehormatan mengibarkan Sang Merah Putih pada HUT RI ke-81.
Rangkaian seleksi dimulai dengan verifikasi administrasi dan tes Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dengan sistem passing grade minimal 70. Sebanyak 236 siswa dinyatakan lulus dan berhak melanjutkan ke Tes Intelegensia Umum (TIU).
Pada tes TIU yang digelar Jumat (27/2), panitia menerapkan diskresi ambang batas nilai menjadi 65. Hasilnya, sebanyak 198 siswa (131 putra dan 67 putri) berhasil melaju ke tahap berikutnya. Kabid Wawasan Kebangsaan, Nyoman Adil, S.Pd., menekankan bahwa transparansi sistem ini menjamin hasil yang keluar merupakan representasi murni kemampuan diri siswa.
Memasuki awal Maret, fokus seleksi beralih pada aspek vital: kesehatan dan fisik. Tim medis gabungan yang dipimpin oleh dr. I Komang Wirya melakukan pemeriksaan mendalam terhadap 197 peserta untuk memastikan kesiapan fisik mereka.
“Kejujuran mengenai riwayat kesehatan sangat krusial demi keselamatan saat bertugas nanti,” ujar I Ketut Indra Sutawan. Dari tahapan ini, 189 orang dinyatakan layak secara medis, sementara 9 orang lainnya dinyatakan gugur.
Perjuangan berlanjut ke seleksi Parada dan Kesemaptaan pada 3 Maret 2026. Melibatkan tim juri dari unsur Kodim 1623 dan Polres Karangasem, terpilih 168 orang yang berhasil menembus tahap akhir. Rangkaian seleksi ditutup dengan tes Kepribadian pada Jumat (6/3) di Aula Badan Kesbangpol yang meliputi sesi wawancara mendalam.
Nyoman Adil menyampaikan bahwa penentuan akhir kelulusan akan dilakukan melalui sistem perankingan yang akan diumumkan secara resmi ke sekolah masing-masing. Pemerintah Kabupaten Karangasem berharap, mereka yang terpilih nantinya mampu menjalankan tugas dengan dedikasi tinggi dan mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi.










Leave A Comment